JA Teline V - шаблон joomla Форекс
19
Thu, Oct
61 New Articles

Grid List

DENPASAR-Fajar Bali | Terkait tandem, sampai sampai saat ini calon Gubernur Bali yang akan diusung oleh Partai Golkar Ketut Sudikerta masih enggan membeberkan. 

 Saat menjawab pertanyaan media, Sudikerta mengaku sudah memiliki nama yang akan dijadikan pendampingnya pada Pilgub Bali 2018 mendatang. “Tandem SGB (Sudikerta, red) sudah ada," ujarnya di Sekretariat DPD I Golkar Bali, Denpasar, Rabu (18/10). 

 Begitu juga saat ditanya mengenai mengerucut ke dua nama yakni Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan Anggota DPD RI sekaligus Wakil Ketua Umum DPP Hanura Gede Pasek Suardika (GPS), Sudikerta berkilah jika bukan dua nama. Melainkan sudah merujuk pada satu nama. Lagi-lagi, dirinya tak mau membeberkan saat ini. Ia beralasan, saat ini bukan waktu yang tepar untuk mempubilkasikan mengenai tandem. "Bukan dua, tetapi sudah satu nama. “Nanti pada waktunya akan diumumkan. Kalau diumumkan sekarang nanti tidak surprise lagi,” terangnya.

 Yang jelas menurutnya, figur yang akan dijadikan tandem harus memiliki kriteria yang diinginkannya. Diantaranya, sosok mendapat dukungan luas di masyarakat dan chemestry-nya sudah ada dengan dirinya.

 Ditegaskan, SGB dan pasangannya nanti sudah siap untuk bertarung dalam Pilgub Bali 2018 nanti. “Siap bertarung. Siap untuk menang, dan siap untuk memimpin Bali,” tegasnya.

 Sementara itu, Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Bali Nusa Tenggara DPP Golkar, AA Bagus Adi Mahendra saat dikonfirmasi mengamini pernyataan SGB terkait tandem. Sama halnya dengan Sudikerta, anggota DPR RI ini tak memberikan komentar lebih jauh. "Sudah ada dan tunggu waktu tepat untuk mengumumkan," singkatnya. W-011

 

DENPASAR-Fajar Bali | Kawasan Jalan Gajah Mada, Denpasar yang dipasangi rambu larangan parkir, ternyata  belum sepenuhnya bebas dari kendaraan parkir. Masih banyak pemilik kendaraan yang parkir di sepanjang jalan tersebut. Kondisi ini terjadi pada malam hari. Akibatnya, jalur menuju jalan satu arah ini pun tersendat.

 Para pengguna jalan yang harus melewati kawasan ini merasa kecewa. Karena di jalur tersebut semestinya bebas parkir selama 24 jam. "Tidak ada waktu yang tercantum pada tanda larangan tersebut, sehingga larangan itu berlaku selama 24 jam penuh," ungkap anggota DPRD Kota Denpasar AA.Susruta Ngurah Putra, dan Nyoman Karisantika, Rabu (18/10).

Kedua wakil rakyat ini mengungkapkan, petugas dari instansi terkait harus berani melakukan penertiban terhadap kendaraan yang parkir. Karena di sepanjang jalan itu sudah terpasang rambu larangan parkir.

Susruta pun menyebut, bila tidak bisa melakukan penertiban, maka harus ada solusinya. Salah satunya, yakni mengubah rambu larangan parkir yang terpasang selama ini. Perubahan tersebut bisa dilakukan dengan menambahkan jam larangan parkir. Misalnya mulai pukul 06.00 sampai pukul 20.00. Artinya, di luar jam itu, pengendara bisa parkir di bahu jalan itu. "Kalau sekarang yang parkir di jalur itu kan melanggar, jadi harus ditertibkan," tandas politisi Partai Demokrat ini.

Kabid Dalop Dishub Kota Denpasar, I Ketut Sriawan mengungkapkan upaya penertiban terhadap pelanggar parkir terus dilakukan. Hanya, untuk jalur Jalan Gajah Mada, saat ini sedang ada pengerjaan pembangunan Pasar Badung, sehingga keberadaan pedagang masih ditoleransi untuk menurunkan barang dagangannya. Kondisi ini juga akibat banyaknya animo masyarakat yang beraktivitas di kawasan Pasar Badung.

Sriawan mengatakan, dalam melakukan penindakan, harus ada solusi yang bisa diterima masyarakat. Saat ini, di kawasan tersebut belum tersedia lahan parkir yang memadai, karena terkendala pelaksanaan proyek. Sentral parkir yang ada di dalam Pasar Badung belum bisa difungsikan. "Nanti setelah proyek selesai, maka penindakan tetap akan dilakukan," ucapnya.

Terkait dengan usulan perubahan rambu, Sriawan mengaku akan melakukan kajian terlebih dahulu. “Selain itu, kami juga akan melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian,” tandas Sriawan. R-004

 

DENPASAR-Fajar Bali | Kawasan Jalan Gajah Mada, Denpasar yang dipasangi rambu larangan parkir, ternyata  belum sepenuhnya bebas dari kendaraan parkir. Masih banyak pemilik kendaraan yang parkir di sepanjang jalan tersebut. Kondisi ini terjadi pada malam hari. Akibatnya, jalur menuju jalan satu arah ini pun tersendat.

 Para pengguna jalan yang harus melewati kawasan ini merasa kecewa. Karena di jalur tersebut semestinya bebas parkir selama 24 jam. "Tidak ada waktu yang tercantum pada tanda larangan tersebut, sehingga larangan itu berlaku selama 24 jam penuh," ungkap anggota DPRD Kota Denpasar AA.Susruta Ngurah Putra, dan Nyoman Karisantika, Rabu (18/10).

Kedua wakil rakyat ini mengungkapkan, petugas dari instansi terkait harus berani melakukan penertiban terhadap kendaraan yang parkir. Karena di sepanjang jalan itu sudah terpasang rambu larangan parkir.

Susruta pun menyebut, bila tidak bisa melakukan penertiban, maka harus ada solusinya. Salah satunya, yakni mengubah rambu larangan parkir yang terpasang selama ini. Perubahan tersebut bisa dilakukan dengan menambahkan jam larangan parkir. Misalnya mulai pukul 06.00 sampai pukul 20.00. Artinya, di luar jam itu, pengendara bisa parkir di bahu jalan itu. "Kalau sekarang yang parkir di jalur itu kan melanggar, jadi harus ditertibkan," tandas politisi Partai Demokrat ini.

Kabid Dalop Dishub Kota Denpasar, I Ketut Sriawan mengungkapkan upaya penertiban terhadap pelanggar parkir terus dilakukan. Hanya, untuk jalur Jalan Gajah Mada, saat ini sedang ada pengerjaan pembangunan Pasar Badung, sehingga keberadaan pedagang masih ditoleransi untuk menurunkan barang dagangannya. Kondisi ini juga akibat banyaknya animo masyarakat yang beraktivitas di kawasan Pasar Badung.

Sriawan mengatakan, dalam melakukan penindakan, harus ada solusi yang bisa diterima masyarakat. Saat ini, di kawasan tersebut belum tersedia lahan parkir yang memadai, karena terkendala pelaksanaan proyek. Sentral parkir yang ada di dalam Pasar Badung belum bisa difungsikan. "Nanti setelah proyek selesai, maka penindakan tetap akan dilakukan," ucapnya.

Terkait dengan usulan perubahan rambu, Sriawan mengaku akan melakukan kajian terlebih dahulu. “Selain itu, kami juga akan melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian,” tandas Sriawan. R-004

 

MANGUPURA-Fajar Bali | Pemerintah Kabupaten Badung menggelar Pelatihan Revolusi Mental dalam Membangun Karakter Kepemimpinan yang Melayani. Pelatihan ini dibuka oleh  Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ida Bagus A. Yoga Segara di ruang pertemuan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber daya Manusia (BKPSDM) kabupaten Badung, Rabu (18/10). Hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris  BKPSDM A.  A. Ngurah Bgs.  Wirayasa serta narasumber pelatihan Isti Nuryati.

Dalam sambutan Bupati Badung yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ida Bagus A. Yoga Segara dikatakan Aparatur Sipil Negara merupakan  unsur utama sumber daya manusia aparatur negara yang memiliki standar profesional sebagai abdi negara dan abdi masyarakat. “Dalam mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai pejabat administrasi mempunyai peran yang sangat menentukan dalam menjabarkan visi dan misi instansi ke dalam program instansi dan memimpin dalam pelaksanaannya,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan  cara efektif untuk mewujudkan ASN  yang profesional adalah melalui pendidikan dan pelatihan. Terwujudnya  ASN yang profesional yang lengkap dengan standar kompetensi tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Semua itu perlu proses yang panjang dan berkelanjutan. Jangan jadikan Revolusi Mental hanya sebatas slogan akan tetapi sebagai suatu aksi.  "Kita harus mampu merumuskan nilai nilai esensial revolusi mental dalam bentuk program dan kegiatan.  Secara sepesifik revolusi mental bagi ASN bermuara pada tiga nilai esensial yakni integritas,  etos kerja dan gotong royong.  Dengan integritas yang kuat dan etos kerja yang baik,  kita akan dapat mencapai visi dan misi lembaga,  melalui kerjasana yang baik antar pegawai dalam prinsip gotong royong,” tambahnya.

Sementara itu Ketua Panitia Pelatihan A.  A.  Ngurah Bgs.  Wirayasa, melaporkan tujuan pelatihan revolusi mental ini agar ASN di Kabupaten Badung memiliki pemahaman yang baik mengenai kebijakan Revolusi mental dalam membangun karakter kepemimpinan yang melayani ini. “Peserta memiliki kemampuan untuk memahami kompleksitas persoalan terkait revolusi mental dan mampu menyelesaikannya dengan baik, mampu mengembangkan diri dan menjalankan startegi revolusi mental dalam memberikan pelayanan yang berkwalitas,  mampu mengubah cara pandang,  cara pikir dan cara kerja dalam memberikan pelayanan yang berkwalitas, “ paparnya.

Pelatihan ini akan dilaksanakan selama 7 hari mulai Rabu,  18 Oktober 2017 sampai dengan 23 Nopember 2017 dilanjutkan dengan benchmarking ke Best Partice dilaksanakan dari tanggal 24 Nopember 2017 sampai dengan 26 oktober 2017.

Adapun jumlah peserta pelatihan sebanyak 40 orang yang merupakan Pejabat (eselon III), pada Perangkat Daerah Kabupaten Badun. Pemberi materi dalam pelatihan revolusi mental ini adalah fasilitator /narasumber dari badan pengembangan sumber Daya Manusia Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia.M-003

GIANYAR-Fajar Bali | Serangkaian Peresmian Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bali, di By Pass Dharma Giri Gianyar, jajaran petinggi PBJS Cabang Bali Gianyar menyerahkan 128 kartu peserta BPJS ketenagakerjaan kepada pekerja seni di Kabupaten Gianyar. 

Adapun pekerja seni (seniman) yang mendapat kartu tersebut diwakili oleh lima seniman kondang diantaranya  Prof. Dr. I Made Bandem seniman tari, Prof. Dr. I Wayan Dibia seniman kerawitan, I Made Jimat seniman Topeng, I Made Sija seniman Wayang, Ni Nyoman Tjandri seni drama tradisional (Arja).

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Pusat, Agus Susanto mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Gianyar yang telah mempercayai BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bali di Gianyar, sehingga pogram kerja BPJS dapat berjalan baik  bersinergitas dengan masyarakat dan Pemkab Gianyar, dalam  program yang dilaksanakan berpihak pada rakyat. Dijelaskan Lembaga BPJS bukan lembaga  profit mencari untung, melainkan melayani masyarakat agar derajat kesehatan masyarakat tidak menurun derastis, apalagi menjelang memasuki pensiun.

“Kita patut bersyukhur Negara Indonesia memiliki sistem jaminan sosial yang komprehensip yang dikenal dengan BPJS Kesehatan khusus ngurus orang sakit, dan BPJS  Ketenagakerjaan berurusan dengan derajat kesejahteraan pekerja tidak turun drastis pada saat kecelakaan melaksanakan kerja,” terang Agus Susanto bersemangat.

 

Senator DPD RI, Komite III bidang kesehatan dan tenaga kerja Pusat, Dr. I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta hadir dalam acara tersebut pada sambutanya mengucapkan terimakasih kepada jajaran BPJS yang telah bekerja maksimal  melaksanakan tugasnya, utama dalam bidang kerakyatan sebagai salah satu organisasi terbesar di dunia bila digabung BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan hanya  bisa dikalahkan oleh OBAMA CAR di Amirika Serikat.  Lebih jauh diuraikan Indonesia patut bangga karena telah memperhatikan by sistem hak-hak warganya dibidang kesehatan dan tenagakerjaan sebagai program yang berpihak pada masyarakat sehingga dirasakan warga negaranya.

“Seluruh steak holder harus mendukung kegiatan ini, karena merupakan amanah dari Undang Undang untuk memperhatikan derajat kesehatan dan keselamatan warganya,” terang Senator asal Negara Bali ini.

Kadis Kebudayaan, Gianyar Gusti Ngurah Wijana mengapresiasi tinggi jajaran BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bali Gianyar, yang telah bersinergi dengan Kabupaten Gianyar khususnya dibidang keselamatan ketenagakerjaan, sehingga derajat keselamatan pekerja dan penekun seni (seniman) terus membaik.(sar)

NEGARA- Fajar Bali | Lantaran terbukti memakai narkoba jenis sabu-sabu, Farid M (34) warga Lingkungan Arum Kelurahan Gilimanuk, diamankan unit Reskrim Polsek Kawasan Laut Gilimanuk yang selanjutnya dilimpahkan ke jajaran Satuan Reskrim Narkoba Polres Jembrana, Minggu (15/10). Saat ditangkap, Farid yang sehari-hari sebagai pengurus kendaraan truk, diduga memakai narkoba.

Kapolres Jembrana AKBP Priyanto Priyo Hutomo didampingi Kasat Reskrim Narkoba Polres Jembrana, AKP Gusti Komang Muliyadnyana, Rabu (18/10) menjelaskan tertangkapnya  pelaku pengguna narkoba tersebut, berangkat dari informasi masyarakat. Mendapat informasi itu, pihaknya melakukan penyelidikan, dan akhirnya ditemukan sebuah gudang di Jalan Gurami Gang III, Lingkungan Asih, Kelurahan Gilimanuk, sejumlah barang bukti di antaranya satu paket plastic klip yang berisi serbuk kristal bening yang diduga narkoba jenis sabu-sabu masing-masing bruto 0,30 gram dan netto 0,20 gram. 

Selain itu, ditemukan juga 1 buah bong, 3 pipa kaca, satu korek api gas dan 2 buah potongan pipet serta 1 buah HP merk Samsung, tisu. Farid mengakui kalau barang-barang itu miliknya yang masih tersimpan dan merupakan sisa dari yang yang dipakai. Selanjutnya pelaku dan sejumlah barang bukti tersebut diamankan di Polres Jembrana.  Pelaku dijerat pasal 112 ayat 1 yo pasal 127 ayat 1 yo 127 UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana 4 sampai 12 tahun penjara. 

Farid ditemui di Polres Jembrana mengaku telah menggunakan narkoba jenis sabu-sabu sejak tiga tahun yang lalu. Barang sabu-sabu yang digunakan itu, dibeli dari salah seorang sopir truk dan perpaket seharga Rp 400 ribu. Bahkan satu klip atau satu paket tersebut digunakannnya beberapa kali. “Saya pakai narkoba, supaya kuat bedagang, karena ya pekerjaaan saya sampai malam,” ujarnya. Dia juga mengaku ingin terbebas dari narkoba dan bersedia direhabilitasi. W-003

SINGARAJA – Fajar Bali | Pembangunan beberapa imprastruktur yang akan dilaksanakan di Kabupaten Buleleng sepertinya terkena imbas status’awas’ Gunung Agung. Hal itu dirasakan oleh beberapa desa yang ada di Bumi Panji Sakti. Betapa tidak, akibat kelangkaan material untuk pembangunan seperti pasir berpengaruh terhadap pemanfaatan dana desa.

Dalam bulan ini ternyata kedua dana desa akan cair. Namun dana tersebut terancam tidak bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Pasalnya harga yang dicantumkan saat penyusunan anggaran kini mengalami lonjakan yang snagat tingi. Bukan hanya itu status awas Gunung Agung menjadikan para penambang tidak bernai memasuki kawasan rawan hingga material menjadi langka.

Seperti yang diungkapkan Kades Bakti Seraga, Kecamatan Buleleng Gusti Putu Armada mengaku bingung akan kondisi yang terjadi saat ini.”Dalam profosal yang kami cantumkan harga seluruh material yang akan dibutuhkan namun sekarang harga material yang terjadi sangat melonjak tinggi sehingga kami tidak bisa menggunakan dana itu lantaran material yang kami butuhkan tidak sesuai dengan harga material sekarang,” ucapnmya.

Di satu sisi kedua Dana Desa akan cair. Program pembangunan pun sudah disetujui oleh masyarakat untuk segera dilaksnaakan. Namun harga material yang melambung tinggi hingga tigakalii lipat bahkan  kelangkaan material menjadikan persoalan baru yang harus segera diselesaikan.”Karena harga material ini yang menjadikan penghambat dalam pembangunan yang kami ajukan melalui profosal kemarin sehingga kami menjadi bingungdan harus bagaimana menyikapi semua ini,” lanjutnya.

Jika pekerjaan itu digarap dipastikan akan terjadi pengurangan volume. Sedangkan jika tidak digarap dana desa itu akan menjadi sisa lebih penggunaan anggaran atau SILPA. Armada mengibaratkan kondisi saat ini ibarat ayam  bertelur di padi mati kelaparan.”Kalau kami melakukan penggarapan tentu anggaran yang kami ajukan dengan anggaran yang kami butuhkan sangat jauh kurang dan bila dibiarkan ya tentu kami menjadi salah juga,” tuturnya.

Armada berharap Bupati Buleleng mengeluarkan peraturan bupati sebagai landasan dalam mengelola dana desa untuk pembangunan infrastruktur ditengah meningkatnya harga material saat ini. ”Yang menjadi harapan kami ya adanya peraturan dari pemerintah daerah utamanya dari pak bupati agar bisa mengeluarkan Perbup penyesuaian ditengah terjadinya peningkatan harga material yang terjadi,”harapnya.

Dikonfirmasi terpisah Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengaku akan segera membahas persoalan tersebut bersama Kades dan Dinas PMD.”Kami juga sudah memikirkan dengan adanya hal itu dan dalam waktu dekat kami juga akan segera berunding dengan melakukan rapat dengan seluruh kades atau kepala desa yang ada,” aku Suradnyana.

Salah satu solusi yang mungkin ditempuh adalah mengurangi volume pekerjaan. Itupun harus sesuai dengan prosedur didasarkan surat Gubernur bali serta dari BKP dan kejaksaan. Hal ini perlu agar tidak menimbulkan persoalan dikemudian hari.”Ya dengan adanya itu kami juga mempunyai ancang-ancang untuk mengurangi volume pekerjaan namun hal itu harus penyesuaian dari Gubernur dan kejaksaan sehingga nantinya tidak ada persoalan dibelakang,” tegas Suradnyana saat dikonfirmasi, Rabu (18/10). W–008

SEMARAPURA-Fajar Bali | Situasi rapat persiapan launching program BPJS, Lomba Desa Terpadu dan Angkutan  Siswa  Gratis, di ruang rapat Bupati Klungkung, (19/10) mendadak hening. Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta secara tiba-tiba mengkritisi para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang malas menghadiri rapat. Tak segan-segan, Bupati langsung menyatakan akan memberhentikan bila Kepala OPD kedapatan berbohong dan melanggar ketentuan ASN.

Saat memimpin rapat Bupati Suwirta menyampaikan, setelah diamati beberapa bulan terakhir, Kadis yang seharusnya mengikuti rapat justru semakin malas. Ia pun mengatakan merasa sangat jengkel karena Kadis yang seharusnya rapat dan menyampaikan laporan dari program terkait malah mendisposisikan ke bawahan yang tidak mengerti tentang program yang dirapatkan. Hal ini dikhawatirkan justru menghambat kesiapan dari OPD lainnya.

Bupati asal Nusa Ceningan ini menilai, Kepala OPD yang mala justru membuat tidak rapat berjalan tidak effisien. Lantaran, yang mewakilkan rapat harus menelfon atasan kembali dan menanyakan permasalahan. Selain itu, masalah disposisi yang diturunkan oleh Bupati ke OPD terkait juga turut jadi sorotan. Menurut Bupati  Suwirta apabila tidak bisa melaksanakan disposisi tersebut, harus dikembalikan lagi ke bupati dan akan dibuat disposisi baru kepada OPD terkait lainnya. "Disposisi yang saya berikan, apabila tidak bisa melaksanakan jangan diturunkan lagi ke kabid apalagi ke staf, disposisi itu harus kembali ke saya,” tegas Bupati Suwirta

Agar jajaranya disiplin, Bupati Suwirta juga meminta kepada Sekda untuk memantau Kadis-kadis yang tidak hadir disetiap rapat dan sekaligus menanyakan kebenaran kadis tersebut. Apakah kadis yang tak hadir memang benar-benar memiliki tugas penting atau justru berbohong. Apabila kedapatan berbohong, yang bersangkutan harus mentandatangani surat pernyataan 1 sampai 3. Bahkan hal ini juga dikatakan berpengaruh juga terhadap mutasi dan penempatan jabatan. Bila perlu diberhentikan apabila memang terbukti melanggar aturan yang disepekati sebelumnya sesuai dengan ketentuan ASN.

Terakhir, Bupati Suwirta juga mengimbau kepada para Kepala OPD dan jajarannya untuk bersama-sama melaksankan komitmen, loyalitas maupun dedikasi sebagai abdi Negara dan abdi masyarakat  dalam menjalankan tugas dan fungsi.

Sementara, dalam rapat yang membahas persiapan launching 3 program unggulan Pemkab Klungkung pada tanggal 29 Oktober 2017 nanti nampak beberapa kepala OPD yang hadir. Utamanya yang berkaitan dengan 3 program tersebut. Yakni Kadiskes, Ni Md Adi Swapatni, Kadishub, I Nyoman Sucitra, dan Kadis Pendidikan, Dewa Gede Darmawan serta perwakilan dari BPJS. (dia)

BANGLI-Fajar Bali | Hujan lebat di Bangli menimbulkan banyak bencana alam seperti pohon tumbang dan longsor. Bencana paling dahsyat yakni longsor sebuah tebing (tegalan) milik warga, di Tempek Kangin, Desa Demulih, Rabu (18/10) sekitar pk.13.00 Wita hingga menutup jalan menuju rumah penduduk. Bahkan longsor nyaris menimbun rumah warga di bagian timur. Longsor sudah sering terjadi, namunkali ini diakui yang paling dahsyat.

Ketinggian mencapai sekitar 30 meter, dengan ketebalan sekitar 6 meter, kesamping sekitar  12 meter. Akibat longsoran menutup jalan, maka akses jalan menjadi tertutup. Sekitar 35 KK warga sekitar terisolir. Untuk keluar masuk rumah mereka terpaksa harus melalui jalur tikus ke semak-semak di bagian utara. Demikian juga halnya dengan anak-anak sekolah. Pihak terkait, BPBD, Camat Susut, AA Bintang Arisutari, aparat Desa Demulih sudah turun ke lokasi beberapa jam setelah peristiwa. Namun demikian sampai, Kamis(19/10) timbunan belum dievakuasi, karena masih harus menunggu alat berat yang bakal ditangani Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangli. Diperkirakan timbunan mencapai sekitar 100 truk.

Salah seorang warga yang rumahnya terancam longsor, Ketut Apriawan, Kamis (19/10) menuturkan kalau dirinya sampai mengungsi malam hari setelah peristiwa, lantaran takut dengan longsor susulan. “Tyang sampai ngungsi ke rumah keluarga malamnya, takut bakal longsor lagi, soalnya tebing itu sudah sering longsor”, ujarnya. Dia mengatakan longsor sekarang paling dahsyat. Selain menimbun jalan, longsoran juga menghancurkan palinggih di sudut barat laut rumahnya, dan longsoran menimbun halaman rumahnya.”Saat itu hujan lebat, beberapa menit kemudian saya mendengar suara menggelegar karena longsor itu”, sahut istrinya Ni Komang Mertaasih.

Perbekel Desa Demulih, Nyoman Wijana ketika ditanya di kantornya, Kamis (19/10) dia mengatakan kalau tebing (tegalan) milik warganya sudah sering longsor. Namun longsor yang terjadi Rabu (18/10)paling dahsyat. Peristiwa itu menyebabkan warga di sekitar 35 KK (di Tempek Kangin) terisolir. “Mereka tak bisa melewati jalan karena tertimbun longsoran, sekarang mereka terpaksa melawati jalur tikus ke semak-semak untuk bisa ke luar dan masuk rumah, termasuk anak-anak sekolah juga lewat jalur tersebut”, ujar Wijana. Diakui timbunan belum bisa dievakuasi, karena mesti menggunakan alat berat mengingat tingginya timbunan. Sedikitnya timbunan itu ada 100 truk.Sedangkan alat berat dari BPBD yang bakal digunakan masih sedang digunakan di Kecamatan Kintamani. “Pengerukan longsoran belum bisa dilaksanakan, soalnya alat berat dari BPBD masih di Kintamani,”, tambah Wijana. (sum)

 

AMLAPURA-Fajar BaliSejak ditetapkan pengosongan wilayah pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) III,masyarakat tidak diijinkan untuk berada di kawasan-kawasan terlarang tersebut dalam jangka waktu yang cukup lama. Salah satu wilayah yang termasuk KRB III adalah kawasan Pura Besakih, Pemkab Karangasem pun melakukan pembatasan masyarakat yang akan melakukan persembahyangan di pura terbesar tersebut. Bahkan, pemerintah Kabupaten Karangasem pun sementara waktu menghentikan untuk sementara Badan Pengelola Besakih.

 Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa, Kamis (19/10) mengakui, pembatasan pemedek yang ingin melaksanakan persembahyangan berkaitan dengan keamanan masyarakat itu sendiri. Artha Dipa mengatakan, meski  situasi Gunung Agung berstatus awas,kegiatan upacara tidak boleh dihentikan. “Untuk di Pura Besakih tentu kita akan menghentikan kegiatan upacara disana, akan tetapi harus dibatasi orangnya,” ujar Artha Dipa saat ditemui di kantor bupati Karangasem.

 Apalagi kata Artha Dipa, dalam waktu dekat ini umat Hindu akan ada hari Raya Galungan dan Kuningan, tentunya upacara yang berhubungan dengan Tuhan tidak bisa dihentikan begitu saja. Bali, kata Artha Dipa sangat berbeda karena mempunyai keyakinan masyarakat Bali dengan Tri Hita Karana tidak bisa dipisahkan. “Kami percaya dengan teknologi, tetapi hubungan dengan tuhan adalah yang pertama,” ujarnya.

Kegiatan upacara seperti halnya Hari Raya Galungan harus tetap digelar, akan tetapi menurut Artha Dipa, tidak bisa dilaksanakan seperti halnya saat dalam situasi normal. Khusus di Pura Besakih sendiri, menurutnya kegiatan-kegiatan upacara dilakukan oleh umat setempat dengan sangat terbatas.

“Di Pura Besakih ada pertimbangan khusus, kegiatan upacara juga tidak boleh terputus, namun dilakukan oleh umat sekitar dan terbatas,” ujarnya.

 Sedangkan, terkait keberadaan Badan Pengelola kawasan Pura Besakih, Artha Dipa mengakui jika BP sementara waktu dihentikan. Namun, BP Besakih akan diaktfkan lagi ketika situasi sudah mulai normal kembali. “Kegiatanya kan sudah tidak ada, karena kawasan Besakih merupakan zona bahaya dan tidak boleh ada aktivitas disana,” ujarnya lagi.(bud)

DENPASAR- Fajar Bali | Guna mendukung kerjasama perdagangan hasil pertanian buah tropica dengan Rusia, maka setiap buah yang akan diekspor harus bersetifikasi sebagai syarat keamanan bebas dari penyakit. 

 Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali Ida Bagus Wisnuardhana mendukung rencana kerjasama pemerintah Indonesia dengan Rusia untuk memenuhi kebutuhan pangan. "Saya akan melakukan koordinasi lebih lanjut sehingga rencana tersebut segera terealisasi," kata Wisnuardhana di Denpasar, Rabu, (18/10).

 Ia mengatakan, pihaknya juga telah melakukan export buah manggis, mangga dan buah naga ke Tiongkok, Timor Leste. Namun masih ada komditas lain yang siap diekport sesuai permintaan pasar.

Untuk itu, rencana export buah ke negara Rusia diharapkan pelaku usaha dari Indonesia khususnya dari Bali yang telah tergabung dalam organisasi, salah satunya Aspehorti harus memanfaatkan peluang bisnis tersebut untuk mengisi kekosongan kebutuhan buah tropis dan makanan.

 Apalagi saat musim dingin nyaris tidak ada pasokan buah yang memenuhi pasar negeri tersebut sesuai penjelasan Duta Besar Indonesia untuk Rusia Wahid Supriyadi ketika sosialisasi Festival Indonesia ke-3 di Rusia yang akan melibatkan bahkan Provinsi Bali yang akan dikoordinir oleh Kadin dan didukung oleh Bank Indonesia pada hari Senin (16/10).

 Ia menambahkan,  potensi pasar Rusia sekitar 13,5 miliar dolar AS yang ditinggalkan Uni Eropa sebagian besar itu makanan dan buah. Dengan demikian, pihaknya akan memenuhi persyaratan yang ditentukan sekaligus mensorong agar direspon oleh Menteri Perdagangan atas rekomendasi Menteri Pertanian.

"Makanan dan buah yang akan diekport tentunya telah dilakukan pengujian oleh LeSOS untuk memastikan tidak berbahaya, aman dari bahan kimia, dan tidak berpotensi menyebarkan penyakit di negara tujuan," ujarnya.

 Wisnuardhana menjelaskan LeSOS merupakan salah satu organisasi pertama di Indonesia yang khusus memberikan sertifikat produk organic, sejak November 2007. LeSOS mendapat verifikasi dari Otoritas Kompeten Pertanian Organik (OKPO) Departemen Pertanian dan Perkebunan di Indonesia pada tahun 2009. 

 LeSOS juga telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) sebagai salah satu lembaga sertifikasi pangan organik di Indonesia. Untuk itu,  LeSOS sebagai lembaga yang independen dalam memberikan sertifikat organik untuk hasil pertanian di Indonesia yang berhasil memenuhi standard pangan organik.

 Sedangkan untuk sertifikat internasional atau produk ekspor, LeSOS bekerjasama dengan lembaga sertifikasi internasional di Switzerland (Bio-Inspecta) sebagai Partner Control Body (PCB) dengan tugas melakukan inspeksi kepada operator Bio-Inspecta yang ada di Indonesia. "Sertifikasi itu bertujuan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mendapatkan sertifikasi terhadap produk mereka. Sehingga qualitas organiknya tidak diragukan lagi dan konsumen merasa aman untuk menggunakan produk organik," tutupnya. M-008

DENPASAR-Fajar Bali | Sekelompok anak-anak SD duduk melingkar di kalangan Angsoka, Taman Budaya, Denpasar, Rabu (18/10). Mereka asyik melipat kertas koran bekas. Dua orang dewasa dari Sanggar Davincio dengan sabar membimbing mereka membuat frame.

 Frame yang mereka hasilkan beragam. Diantaranya frame foto dengan motif hati karya siswa SD Saraswati 5 Denpasar, Gek Pradnya dan Kezia. “Lumayan susah  untuk menggulung (istilahnya: lintingan-red) kertasnya,” aku Kezia di depan siswa-siswa lainnya.

 Gek Pradnya dan Kezia merupakan dua dari 32 anak (wakil dari 16 SD se kota Denpasar) yang mengikuti Workshop ‘Seni Daur Ulang Kertas’ dalam rangkaian Bali Mandara Nawanatya II tahun 2017 yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan provinsi Bali.

 Workshop menampilkan praktisi dari Sanggar Davincio, Antonius Lilik Ismurtono  Santosa atau biasa  dipanggil oleh anak-anak dengan Kak Ade. Ismurtono juga dibantu timnya, Ita yang juga dari Sanggar Davincio.

 Menurut Ismurtono dalam workshop ini, ia memberikan tiga hal saja intinya. Pertama, pemanfaatan media kertas. Kedua, pembuatan dasar. “Salah satu dasar tersebut dengan membuat lintingan. Lintingan itu dapat dibuat apa saja. Misalnyanya lipatan atau anyaman. Teknik lintingan ini sudah terbukti  menjadi komoditi ekspor dan dijualbelikan sebagai cindera mata,” terangnya.

 Sedangkan yang ketika adalah permainan. Dalam hal ini Ismurtono dan Ita mengajarkan bagaimana membuat permainan gasing dari kertas koran bekas. Alasan Ismurtono memilih mengenalkan gasing dari kertas bekas, karena pada dasarnya gasing adalah sebuah permainan dan anak-anak suka bermain.

 Selain karyanya dapat dijual belikan, kalau sudah mahir misalnya dia juga ada greget untuk bermain. “Gasing itu filosofinya bagus, tentang kehidupan. Anak diingatkan tentang kehidupan dengan menggunakan alam,” tuturnya.

 Respon anak-anak selaku peserta workshop cukup  bagus walau awalnya perlu ice breaking untuk mencairkan suasana. Ismurtono mengakui hal itu. “Itu karena anak-anak memang berbakat, karena pilihan  dari masing-masing sekolah. Jadinya tidak ada kesulitan sama sekali,” pungkasnya.

 Workshop yang diikuti sebanyak 16 sekolah tersebut, antara lain;  SD Saraswati 1 Denpasar, SD Saraswati 2 Denpasar, SD Saraswati 5 Denpasar, SDN 1 Sumerta, SDN 2 Sumerta dan SDN 4 Sumerta . Ada juga SD dari Kesiman, Panjer, Sesetan, Ubung, Pemecutan dan SD Muhamadiyah. M-007

DENPASAR-Fajar Bali | Aktivitas Gunung Agung yang hingga kini masih berstatus awas ternyata tidak berpengaruh besar terhadap industri pariwisata di Bali, terutama di Kota Denpasar. Terbukti dengan berbagai acara yang berkaitan dengan pariwisata baik yang berskala nasional maupun internasional sukses diselenggarakan di Kota Denpasar. Pemkot Denpasar melalui Dinas Pariwisata Kota Denpasar secara rutin menggelar acara-acara untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.  

Tidak hanya fokus menciptakan inovasi, Pemerintah Kota Denpasar juga mendukung segala acara kepariwisataan termasuk acara Herbalife Bali International Triathlon 2017 yang baru-baru ini dibuka oleh Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara bersama Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar Dezire Mulyani, di Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar Selatan, Minggu (15/10).

Acara yang melibatkan lebih dari 2.000 orang ini terbagi dalam tiga kategori utama yaitu Olympic Distance Course (Renang 1.5km; Sepeda 40km; Lari 10 km); Sprint Distance Course (Renang 500m; Sepeda 20km; Lari 5 km) dan 5 km Fun Run.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Dezire Mulyani mengaku sangat berbahagia dengan dipilihnya kawasan Sanur sebagai lokasi acara. Dengan melibatkan peserta dari dalam dan luar negeri, acara ini membuktikan bahwa Kota Denpasar masih dinilai aman untuk berbagai kegiatan berskala internasional. “Besar harapan saya, event ini dapat diselenggarakan setiap tahun dan tentunya dapat semakin memajukan pariwisata khususnya di Kota Denpasar,” tandasnya. R-004

Pura Luhur Sekartaji, demikianlah nama khayangan atau pura yang berlokasi di desa pakraman yang namanya sama dengan pura tersebut. Yakni di Desa Pakraman Sekartaji, Desa Sesandan, Tabanan. Pura ini berdiri sekitar dua ratus meter keselatan dari pemukiman penduduk Desa Pakraman Sekartaji dan dikelilingi hutan bambu dan tegalan. Seperti apa sejarah keberadaan dan perjalanan kekinian Pura Luhur Sekartaji tersebut? Berikut laporannya.

Terkait dengan sejarah keberadaan pura tersebut, saat ini sedang disusun purana Pura Luhur Sekartaji oleh tim penyusun purana yang diketuai Drs. I Gusti Ngurah Tara Wiguna, M.Hum., yang merupakan seorang dosen pada Program Studi Arkeologi di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana. Menurutnya, Pura Luhur Sekartaji ini telah berdiri antara abad I hingga abad VIII masehi. Hal ini berdasarkan adanya bukti-bukti peninggalan prasasti megalitik berupa tahta batu yang ada dibagian depan setiap pelinggihnya.

Tara Wiguna menjelaskan, beberapa abad setelah berdirinya pura tersebut atau pada sekitaran abad XVI masehi, Raja Tabanan yakni Cokorda Lepas Dimade mengambil seorang istri di Desa Sekartaji yang kemudian dikenal dengan nama Mekel Sekar dan dari perkawinannya itu kemudian melahirkan putra bernama Cokorda Sekar. Setelah dewasa, Cokorda Sekar ini menggantikan kedudukan ayahnya sebagai Raja Tabanan.

Setelah Raja Tabanan yakni Cokorda Lepas Dimade ini amor ring Acintya, putra dari hasil perkawinannya dengan Mekel Sekar yakni Cokorda Sekar yang menggantikannya kedudukan ayahandanya sebagai Raja Tabanan kemudian mendharmakan Bethara ayahandanya ini di Pura Luhur Sekartaji. Yakni didharmakan di Pelinggih Gedong sekaligus pula pelinggih utama di Pura Luhur Sekartaji.

Tara Wiguna menjelaskan, pada jaman pemerintahan Cokorda Sekar inilah dilakukan penataan Pura Luhur Sekartaji ini. Termasuk pula menambah pelinggih-pelinggih yang terwarisi hingga saat ini selain juga mewariskan laba pura seluas kurang lebih lima belas hektar. “Sementara untuk pengelolaan Pura Luhur Sekartaji ini diserahkan kepada Mekel Sekartaji bersama masyarakat Sekartaji,” jelasnya.

Terkait dengan fungsi pura ini, Tara Wiguna mengatakan bahwa Pura Luhur Sekartaji ini hampir sama dengan Pura Penaataran. Sehingga pura ini layak dikunjungi oleh seluruh lapisan umat, termasuk pula oleh para penekun spiritual. Terlebih lagi, keberadaan pelinggih yang berusia tua dan ornamen ukirannya yang unik dan kuno menjadikan nuansa pura ini selain menyejukkan secara bathin juga terkesan pingit.

Pantang Gula Merah dan Pisang Kepok

Sementara Mangku Gede Pura Luhur Sekartaji, Mangku Wayan Sukadana menyebutkan bahwa pura ini berdiri pada lahan seluas kurang lebih dua puluh are yang terbagi atas tiga palebahan atau tiga zona, berupa jeroan atau utamaning mandala, jaba tengah dan nistaning mandala.

Keberadaan pelinggih-pelinggih di pura ini telah berusia tua dan ornamennya ukirannya terbilang langka. Bahkan diyakini berusia ratusan tahun. Termasuk pula keunikan dan nuansa kuno patung-patung yang disucikan dipelinggih-pelinggih, terutama pada Pelinggih Ageng. Sementara, adapun keberadaan pelinggih-pelinggih di utamaning mandala di Pura Luhur Sekartaji ini sebagai berikut. Pada bagian utara menghadap selatan berdiri Pelinggih Pesimpangan Petali yang posisinya paling barat. Disebelah timurnya berturut-turut berdiri Pelinggih Pesimpangan Batukaru dan Pelinggih Pesimpangan Gunung Agung. Tepat didepan antara Pelinggih Pesimpangan Petali dan Pelinggih Pesimpangan Batukaru terdapat pelinggih bebaturan sebagai stana Ratu Wayan Ratu Nyoman.

Berikutnya, disebelah selatan Pelinggih Pesimpangan Gunung Agung terdapat Pelinggih Manik Galih Rambut Sedana, Pelinggih Ageng berupa gegedongan, Pelinggih Puseh Angrurah dan Pesimpangan Pakendungan. Didepan Pelinngih Ageng terdapat bangunan Bale Pangiasan sekaligus tempat jro mangku saat nganteb upakara. Konon, pada jaman dulu ketika Raja Tabanan berkunjung ke pura ini, duduk di bale tersebut. “Satu pelinggih lagi ada di jaba selatan, tepat dibawah pohon beringin yang dinamakan Pelinggih Beten Bingin,” imbuhnya.

Menariknya lagi, Pura Luhur Sekartaji ini memiliki tiga buah beji. Yakni Beji Baleran yang posisinya sekitar lima puluh meter kearah barat daya dari pura. Berikutnya Beji Taman Telaga yang posisinya juga sekitar lima puluh meter kearah barat laut pura. Terakhir Beji Kangin posisinya sekitar seratus meter kearah timur pura dan berada ditepi Tukad (sungai) Yeh Empas.

Mangku Sukadana menambahkan, pura yang pujawalinya jatuh setiap rahina Anggara Kasih wuku Medangsia ini memiliki dua pantangan, khususnya pantangan untuk dipersembahkan pada Pelinggih Ageng. Pantangan tersebut adalah sama sekali tidak boleh menghaturkan kue, jajanan ataupun persembahan lainnya yang menggunakan gula merah. Pantangan lainnya, sama sekali tidak boleh mempersembahkan biu gedang saba atau pisang kepok.

Terkait dengan sedang disusunnya purana Pura Luhur Sekartaji, ketua prajuru pura ini, I Gede Susila, S.Sos.,M.Si., mengatakan, setelah nantinya purana tersusun akan dilanjutkan dengan penyusunan purana pada media lempengan tembaga untuk kemudian menjadi prasasti. Adapun prasasti ini akan dipelaspas dan dipasupati bertepatan pada pujawali yang akan datang yang jatuh pada 20 November 2017 nanti. “Saat itu juga kami juga akan melakukan pemelaspasan Pelinggih Pesimpangan Batukaru dan juga menggelar prosesi ngelungsur bagi semua krama Desa Pakraman Sekartaji,” ungkapnya.

Untuk menuju khayangan ini, perjalanan dari pusat kota Tabanan menuju kearah barat atau dengan melintasi jalur Tabanan – Buruan. Sekitar dua ratus meter arah utara dari Taman Kupu-kupu Desa Wanasari, masuk ke timur hingga sampai di pertigaan Desa Pakraman Sekartaji. Dari pertigaan ini masuk keselatan sekitar dua ratus meter. Seratus meter sebelum memasuki pura, perjalanan disambut oleh sejuknya suasana hutan yang menjadikan perjalanan untuk memasuki Pura Luhur Sekartaji ini menyejukkan dan melahirkan rasa haru untuk menghaturkan sembah bhakti, nyuksemayang keagunganNya dalam menganugerahkan kehidupan. Arthadana